Tradisi unik dari kabupaten kebumen , tradisi Gebyag Cah Angon

KEBUMEN – Pelaksanaan tradisi gebyag cah angon di Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kebumen berlangsung cukup meriah, Minggu (5/2). Ribuan warga berbondong-bondong menyaksikan tradisi tahunan yang digelar setiap tanggal 12 Rabilul Awal tersebut.
Tradisi ini dimulai dengan arak-arakan sapi oleh pemiliknya. Arak-arakan dimulai dari perkampungan hingga lokasi tempat acara dimulai yakni di persawahan di pinggir pantai. Sebelum diarak setiap pemilik ternak atau cah angon mendandadani sapi dengan berbagai aksesoris.
Setelah memarkir sapinya, para pemilik sapi kemudian ke pantai Pranji. Mereka membawa bekal untuk dimakan bersama-sama di pantai. Oleh masyarakat Desa Entak, tradisi membawa bekal untuk dimakan bersama ini disebut entak-entik.
Tradisi tersebut sebenarnya hampir sama dengan tradisi bongkohan di Kecamatan Puring. Selain pemilik sapi, warga yang tidak memiliki hewan ternak pun datang ke pantai dengan membawa bekal sendiri-sendiri. Bekal tersebut kemudian dimakan bersama keluarga di pantai.
Bakar Gubug
Sebagai puncak acara gebyag cah angon, ratusan warga bersama-sama melakukan besem atau bakar gubug. Hal itu sebagai simbol agar para pemilik ternak dijauhkan dari sengakala dan diberi keselamatan. Acara pestanya para peternak itu dimeriahkan dengan berbagai hiburan kesenian tradisional seperti penampilan kelompok kuda kepang, ndolalak dan panjat pinang.
Ada yang berbeda pada pelaksanaan gebyag cah angon tahun ini. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat. Antara satu tempat dengan tempat lain hanya berjarak sekitar 500 meter. Kemeriaan acara pun terbagi menjadi dua. Namun acara yang di sebelah barat lebih sederhana, termasuk konsentrasi aparat keamanan yang berada di sisi timur.
Anggota Komisi B DPRD Kebumen Mukayat SAg yang menghadiri kedua lokasi mengatakan, gebyag cah angon merupakan tradisi warisan leluhur di desa Entak, Kecamatan Ambal. Kegiatan ini sebagai sebagai simbol untuk meminta kepada Tuhan agar para peternak dijauhkan dari musibah. “Dilaksanakan di dua tempat tidak masalah, dahulu bahkan di satu desa ada banyak acara serupa,” ujar Mukayat.
Ketua Serikat Remaja Urut Sewu (Sereus) Desa Entak, Afifudin mengatakan, selain untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, tradisi ini menjadi doa minta berkah bagi warga pesisir selatan. “Tradisi ini sekaligus menunjukkan masih tingginya semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat urut sewu,” katanya.

About irwantav

seperti yang anda lihat !!!

Posted on 11 Februari 2012, in Berita, Kebumen, tradisi and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Artikel anda menarik. Mohon bantuannya, saya ingin menganalisis tradisi tersebut. Namun apakah anda mempunyai dokumentasi dari acara itu? Mohon dibalas ya mas, ini email saya : anggun.putri10@ymail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: